10 Gaya Interior Rumah Paling Populer di 2018

Dalam dunia interior, terdapat berbagai macam gaya yang dapat diterapkan. Mulai dari gaya modern, industrial, hingga shabby chic. Kita dapat menyesuaikan gaya pada interior rumah dengan selera kita. Setiap gaya interior memiliki keunikannya masing-masing. Selain menerapkan salah satu gaya, kita juga dapat mengombinasikan interior kita dengan beberapa gaya. Sebelum memulai proyek kita, kenalilah 10 gaya interior rumah yang paling populer di 2018 berikut ini.

10 Gaya Interior Rumah Paling Populer di 2018

1. Modern
Gaya modern pada interior rumah umumnya mengacu pada rumah yang bersih dan segar. Selain itu, gaya modern umumnya juga menggunakan warna sederhana, didesain dengan, garis-garis tegas, serta menggunakan bahan material seperti baja, kaca, serta logam. Desain interior modern mengutamakan kesederhanaan pada setiap elemennya, termasuk furniture. Tidak heran, interior ini memiliki tampilan yang bersih serta jumlah aksesoris interior yang minim.

2. Kontemporer
Gaya interior modern dan kontemporer seringkali dianggap sama. Padahal, interior kontemporer berbeda dari interior modern. Gaya kontemporer merefleksikan sesuatu yang sesuai pada masa kini. Selain itu, gaya modern umumnya terpaku pada gaya desain yang mulai terkenal pada abad ke-20. Berbeda dengan gaya kontemporer yang lebih fleksibel dan tidak terpaku pada prinsip tertentu. Misalnya saja seperti penggunaan bentuk kurva yang tidak dapat ditemukan pada gaya modern.

3. Minimalis
Konsep minimalis menjadi salah satu konsep yang terkenal dalam dunia properti. Perlu diingat, interior rumah minimalis berbeda dengan interior rumah modern. Pada interior minimalis, digunakan warna-warna yang cerah dan halus. Peralatan-peralatan rumah yang digunakan terlihat sederhana dan tidak berlebihan. Hal yang sama juga berlaku pada bagian dekorasi rumah.

4. Industrial
Kata “industrial” pada interior rumah sebenarnya terinspirasi oleh bangunan gudang. Oleh sebab itu, interior ini menggunakan elemen-elemen yang tidak dilapisi lagi. Bahan material seperti batu bata, kayu, serta saluran pipa dapat kita lihat secara langsung pada interior industrial. Ciri lainnya pada gaya industrial ialah langit-langit yang tinggi, penggunaan kayu tua, serta lampu dari logam yang menggantung di langit-langit. Kita juga dapat menggantungkan foto atau lukisan pada bagian dinding untuk menambahkan aksen pada warna netral.

5. Pertengahan Abad Modern
Gaya pertengahan abad modern diadaptasi dari gaya desain pada pertengahan tahun 1900, tepatnya tahun 1950 dan 1960an. Terdapat nostalgia pada desain abad pertengahan modern serta beberapa elemen minimalis. Gaya ini juga menggunakan bentuk-bentuk natural seperti kursi berbentuk telur, desain kontemporer, serta pola yang sederhana.

6. Skandinavia
Gaya Skandinavia menggambarkan kesederhanaan yang terdapat pada negara-negara Nordik. Meskipun sederhana, furniture pada interior Skandinavia seringkali terasa seperti karya seni. Jadi, elemen-elemen di interior Skandinavia digunakan secara efektif. Karakteristik lainnya pada gaya ini ialah penggunaan warna putih sebagai warna dominan. Terdapat juga elemen natural seperti kayu, aluminium, serta baja.

7. Tradisional
Interior rumah bergaya tradisional memperikan tampilan klasik pada rumah. Selain itu, terdapat juga furniture yang mewah serta aksesoris interior yang banyak. Gaya tradisonal ini pada awalnya berkembang dari Benua Eropa. Biasanya, desain interior tradisional menggunakan kayu-kayu berwarna gelap, tekstur bervariasi, serta garis-garis kurva.

8. Transisional
Gaya transisional pada interior rumah merupakan salah satu gaya yang populer. Gaya ini mengambil konsep dari gaya tradisional maupun gaya modern. Hasil akhir desain transisional akan memperlihatkan penggunaan ruangan yang seimbang. Desain transisional dapat menggunakan bahan material modern seperti baja dan kaca. Kedua bahan material ini dapat disatukan sehingga memberikan tampilan interior yang mewah. Sementara itu, desain tradisional terlihat pada warna netral yang memberikan kesan nyaman. Selain itu, warna netral juga menampilkan kesan yang bersih, hangat, serta terbuka.

9. French Country
Suasana hangat dan penggunan warna-warna bumi menjadi ciri gaya interior French Country. Digunakan juga ornamen-ornamen dari kayu. Gaya interior ini sebenarnya terinspirasi oleh rumah-rumah petani di Perancis. Pada interior rumah, kita dapat menambahkan warna merah yang memberikan kesan hangat dan halus. Selain itu, warna kuning maupun emas juga cocok digunakan pada gaya interior ini.

10. Bohemian
Bohemian merupakan salah satu gaya yang populer pada desain interior rumah. Gaya ini merefleksikan gaya hidup yang bebas yang mengikuti keinginan pemilik rumah. Namun, gaya bohemian tetap memiliki prinsip-prinsip tersendiri yang dapat diterapkan. Misalnya seperti furniture bergaya vintage maupun perlengkapan berwarna cerah. Pada bagian tekstil dan karpet, kita dapat menggunakan motif sesuai keinginan kita. Selain itu, kita juga dapat memajang koleksi-koleksi kita maupun barang-barang antik yang kita temui di pasar loak.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "10 Gaya Interior Rumah Paling Populer di 2018"

Post a Comment